Neneng Siti Rahmah berhasil mengembangkan usaha yang tadinya hanya berupa peternakan sapi kini bisa menghasilkan susu, yoghurt, dan kolostrum. Dia kemudian berinovasi dan mengemas peternakan ini sebagai wisata edukasi untuk siswa SD.

Kejelian berinovasi menjadi salah satu kunci agar dapat bersaing dan tetap bertahan dalam menjalankan bisnis. Hal itulah yang dilakukan Neneng Siti Rahmah, pemilik peternakan sapi di Sukabumi, Jawa Barat.

Awalnya, usaha yang didirikan sang ayah di era 1980-an hanya berupa peternakan sapi. Neneng lalu mengembangkan bisnis ini hingga menghasilkan susu, yoghurt, dan kolostrum pada 2000. Tak hanya itu, dia melihat juga ada potensi lain yang bisa dikembangkan lagi, yakni sebagai wisata edukasi terutama bagi siswa sekolah dasar. “Tujuannya untuk membiasakan mereka minum susu setiap hari karena di usia mereka susu amat penting untuk pertumbuhan,” kata Neneng.

Kemasan produk Neneng, memang masih sederhana. Namun ia berani menjamin untuk rasa dan kualitas rasanya sama dengan produk yang dijual di supermarket. Harga yang dijual pun murah. “Karena kita dapat dari peternakan sendiri yang biaya produksinya bisa diminimalisasi,” ujar dia.

Beroperasinya peternakan ini ternyata juga membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Para pemuda di lingkungan itu sengaja dilibatkan untuk pengemasan dan pemasaran.